Berita HAM & Lingkungan HEADLINE Huria Kristen Batak Protestan Klasis GKI MITRA Mitra GKI DI Tanah Papua Tanah Papua UEM Uniting Church in Australia

Pimpinan Agama di Papua Minta Presiden Jokowi Serius Selesaikan Rasisme di Papua

Jayapura, 12/6 (MK) – Pimpinan lintas agama di Papua menulis surat peryataan moral kepada Presiden Jokowi terhadap proses hukum tujuh terdakwa rasisme dalam persidangan pengadilan negeri Balikpapan yang menilai tidak adil dalam penegakkan hukum.

“Karena manusia dalam eksistensinya dihadapan Tuhan dan Konstitusi Negara Republik Indonesia memiliki kedudukan yang setara dalam hak, kewajiban, harkat dan martabat. Semua umat manusia memiliki nilai yang sama sebagai makhluk ciptakan Tuhan yang setara, mulia dan tidak ada perbedaan,” kata Ketua MUI Provinsi Papua, Saiful Islam Al Payage yang membacakan peryataan moral pimpinan lintas agama di Papua, di Kantor Sinode GKI di Tanah Papua, Jumat (12/6/2020).

Ia menyatakan, persoalan rasisme yang terjadi terhadap mahasiswa Papua telah menciderai kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga negara harus serius dalam menyelesaikan persoalan rasisme ini.

Semua ini terjadi berawal dari kasus rasisme di Surabaya yang dilakukan terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Malang, Yogyakarta dan Semarang pada tanggal 15-17 Agustus 2019 oleh organisasi Front Pembela Islam (FPI), Pemuda Pancasila (PP), anggota TNI dan Forum Komunikasi Putra – Putri Purnawirawan TNI (FKKPI) yang telah memicu aksi protes anti rasisme oleh masyarakat Papua dan berbagai kelompok yang bersolidaritas di seluruh Tanah Papua dan di seluruh Indonesia sejak tanggal 19 Agustus hingga awal September 2019.

Namun demikian, katanya pengamatan sebagai pemimpin umat beragama yang harus berdiri secara obyektif, independent dan dalam kapasitas menyuarakan keadilan dan kebenaran; bahwa ke – 7 (tujuh) terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Balikpapan-Kalimantan Timur murni melakukan demonstrasi karena menolak perlakuan rasis. Tetapi dalam dakwaan dan tuntutan di persidangan sangatlah jauh berbeda dengan data dan fakta dilapangan. Mereka korban rasisme tetapi justru dituduh melakukan gerakan makar.

Maka, melihat realitas proses persidangan di atas dan tuntutan terhadap keputusan yang tinggi, maka agama sebagai wadah untuk menegakkan kebenaran dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan di negara ini meminta agar negara hadir dan berperan serius untuk menyelesaikan masalah rasisme serta menegakkan hukum secara adil dan bermartabat.

“Apabila suara keagamaan tidak disampaikan kami kuatir sekali bangsa ini kedepan akan mengalami gejolak sehingga sangat berbahaya karena memicu disintegrasi bangsa serta hilangnya rasa kepercayaan masyarakat terhadap negara.”

Surat itu ditandatangani oleh 26 enam pimpinan lintas agama se-Papua yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan tembusan ke sejumlah kementerian terkait dan lembaga legislatif serta lembaga yudikatif.

Baca selengkapnya peryataan resmi di sini; Pernyataan Para Pemimpin Umat Beragama Se-Papua Kepada Presiden RI Terkait 7 Terdakwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *