Berita HEADLINE Klasis GKI

Perangi HIV dan AIDS, DPR Papua Bersedia Bekerjasama Dengan Gereja

Jayapura, 11/3 (MK) – Koferensi Gereja Asia atau Christian Conference of Asia (CCA) gelar pertemuan dengan Anggota Parlemen Papua dari Komisi V, DPRP Papua menanggapi meningkatnya kasus HIV dan AIDS di Papua di ruang pertemuan Kantor DPRP Papua, pada tanggal 27 Februari 2020.

Hal itu dilakukan CCA sebagai upaya memulainya advokasi dalam memerangi HIV dan AIDS di Wilayah Papua dengan kerjasama anggota parlemen Papua.

Selain pertemuan dengan anggota Parlemen Papua, pihak CCA juga melakukan pertemuan dengan sejumlah pemuda, ibu-ibu dan pimpinan gereja GKI sebagai anggota CCA, tetapi juga dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

Inti dari pertemuan tersebut adalah membahas penekanan pada penyusunan rencana konkret untuk kemitraan antara negara dan organisasi berbasis agama untuk memerangi HIV dan AIDS.

“Kami telah berbicara tentang tantangan dan peluang di sektor kesehatan di Papua, dan kami membayangkan masa depan di mana pemerintah daerah dan dewan gereja dapat berkolaborasi untuk memfasilitasi layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Papua.

Parlemen Papua terbuka untuk bekerja dengan gereja-gereja di Papua, karena gereja-gereja telah menjadi yang pertama menanggapi masalah kesehatan masyarakat, terutama di daerah pedesaan,” kata Ketua Parlemen Papua, Jhony B. Rouw.

Tim Diakonia CAA foto bersama Ketua Sinode GKI-TP di Kantor Sinode GKI di Argapura. (Dok.Kemitraan GKI)

Papua yang tersebar luas di Indonesia memiliki tantangan geografis dan demografis yang unik dalam mengakses layanan kesehatan. Tingginya prevalensi penyakit tidak menular dan menular terus mengganggu kehidupan sebagian besar orang Papua.

Dr. Raymong Bachongo, dari Departemen Diakonia Sinode GKI di Tanah Papua dalam pertemuan itu mengatakan, “Saya terkesan dengan sambutan hangat dari Parlemen Papua, dan terbukanya potensi kolaborasi dan kerjasama antara gereja dan negara.

Aliansi ini akan sangat meningkatkan mobilisasi akar rumput untuk memerangi HIV dan AIDS, dan membantu meningkatkan kualitas keseluruhan layanan kesehatan untuk semua orang Papua,” kataDr.Bachongo.

Tim CCA foto bersama usai pertemuan dengan DPRP. (Dok.Kemitraan GKI)

Program pelatihan CCA untuk 25 pendeta dan guru dari GKI-Tanah Papua di kabupaten Sarmi menekankan perlunya dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan tentang kesehatan dan penyembuhan.

Program motivasi pemuda dua hari untuk 30 orang muda juga dilakukan di Klasis Port Numbay Jayapura untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menanggapi HIV di Papua.

CCA juga berdiskusi dan memberikan motivasi kepada kelompok pemuda dan wanita dari berbagai klasis GKI.

Sebuah seminar kesehatan dan penyembuhan yang diadakan di Selokah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Izaak Samuel Kijne, perguruan tinggi teologi regional, menantang para mahasiswa teologi untuk mengadopsi pandangan holistik tentang kesehatan dan penyembuhan yang akan diintegrasikan dengan spiritual, fisik, emosi, dan sosial perspektif.

Foto bersama Youth Motivation Programme. (Dok.Kemitraan GKI)

Sebagai hasil dari program ini, Sinode GKI-Tanah Papua akan mengusulkan strategi intervensi dan mempertahankan dialog dengan pemerintah dan organisasi masyarakat sipil lainnya.

CCA akan terus memberikan pendampingan dalam kasus ini agar orang Papua ke arah penanggulangan epidemi HIV dan AIDS di Papua. (ely)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *