BALIM YALIMO Berita Tanah Papua YALIMO ANGGURUK YALIMO ELELIM

Warga Jemaat GKI PosPel Ora Et Labora Bayar Rp600 juta Untuk Bangun Gedung Gereja

Jayapura, 28/2 (MK) – Uang sebanyak Lima Ratus Tiga Belas Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah (RP513.800) dibayarkan Warga Jemaat Pos Pelayanan GKI Ora Et Labora Waena kepada hak ulayat tanah sebagai bentuk pelepasan tanah kepada gereja yang direncanakan akan dilakukan pembangunan Gedung Gereja Pos Pelayanan Ora Et Labora Waena.

Prosesi penyerahan dana itu dilakukan dalam ibadah pelepasan tanah dan akhir bulan Februari pada tanggal 29 Februari 2020 di gedung gereja Pos Pelayanan Ora Et Labora Waena, Kota Jayapura, Papua.

Pnt.Yan Pieter Yom, Ketua Klasis GKI Sentani mengakui bahwa aset GKI di Tanah Papua banyak yang bermasalah, baik gedung gereja, tanah maupun aset lainnya.

Namun disisi lain dari kekurangan itu, Pnt.Yom memberi apresiasi kepada warga Jemaat Pos Pelayanan Ora Et Labora yang dengan kekurangan telah melunasi tanah untuk pembangunan gedung gereja.

“Aset banyak bermasalah, tetapi Pos Pelayanan saya angkat jempol karena bisa lunasi tanah pembangunan gedung gereja ini,” kata Pnt.Yom dalam sambutannya usai pembayaran tanah sisa yang dilakukan oleh Warga Jemaat PosPel Ora Et Labora Waena.

Pdt.Henokh Tomisa, utusan Sinode GKI di Tanah Papua mengatakan, atas peristiwa ini warga jemaat harus bersyukur karena semua ini bisa terjadi karena hanya anugera Tuhan.

Kata Pdt.Henokh, memang benar ada masalah aset di GKI di Tanah Papua, tetapi apa yang dilakukan warga jemaat PosPel patut diberi apresiasi dan menjadi pembelajaran bagi jemaat-jemaat GKI di Tanah Papua.

Ketua Klasis Sentani, Pnt.Pieter Yom, Pdt.Henokh Tomisa, Pdt.Terianus Hesegem, Pnt.Paris Elopore dan Oktovianus Ohee pemilik hak ulayat. (ely/MK)

“Maka itu kami atas nama BP AM Sinode GKI di Tanah Papua menyampaikan banyak terima kasih kepada warga jemaat dan panitia yang telah mendukung pelunasan tanah ini berlangsung. Tuhan Yesus menyertai bapak ibu dan adik-adik mahasiswa di Pos Pelayanan Ora Et Labora,” kata Pdt.Henokh.

Perlu di ketahui, prosesi pembayaran tanah pembangunan gedung gereja ini dilakukan sejak tahun 2016 hingga tahun 2020.

Jumlah anggaran secara keseluruahn sebesar Rp.600 juta, sementara Rp100 juta diserahkan pemilik hak ulayat sebagai persepuluhan kepada gereja.

Pada prosesi pembayaran tanah tahap akhir yang dilakukan pada tanggal 29 Februari 2020, diserahkan juga sertifikat tanah oleh pemilik hak ulayat tanah kepada panitia dan majelis jemaat Pos Pelayanan Ora Et Labora Waena yang disaksiakan Ketua Klasis GKI Sentani, Pnt.Yan Pieter Yom dan Utusan Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt.Henoks Tomisa. (ely)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *