Berita HEADLINE MITRA

165 Tahun Injil di Tanah Papua, Kuasa Gelap Harus Dihancurkan

MANOKWARY, SUARAPAPUA.com— Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt.Andrikus Mofu mengatakan, peristiwa pekabaran injil di Tanah Papua yang dirayakan hari ini ke 165 tahun, terutama pekabar injil Ottow dan Geisler memotivasi umat untuk taat dan dengar-dengaran kepada injil.

“Dengar-dengaran dalam injil, hidup dalam sikap kepatuhan, keyakinan pada sebuah kemustahilan, tetapi juga ketaatan dan sikap kita sampai mati. Peristiwa pekabaran injil 5 Februari 1855 adalah sebuah peristiwa kemustahilan, tetapi juga membuka tabir kegelapan yang disampaikan dari refleksi tadi (1 Korintus 9:1-27, tentang “Hak dan kewajiban rasul),” kata Pdt.Mofu dalam sambutannya pada perayaan Hut PI ke 165 tahun (1855-2020) di Pulau Mansinam, Rabu (5/2/2019).

Lanjutnya bahwa masa gelap itu telah tersingkap dan kehidupan baru dan cahaya baru serta terang kasih Allah itu telah bersinar dengan pengharapan baru bagi semua orang di tanah Papua. Itulah pengharapan bagi semua orang di tanah Papua.

Pengharapan itu terjadi karena injil keselamatan Allah yang telah hadir di tengah umat Tuhan di Tanah Papua.

Penari ketika mengantar pelayan ke altar perayaan 156 tahun PI di Tanah Papua. (ely/MK)

Menurut Pdt.Mofu, seperti yang diungkapkan Dr.F C Kamma dalam bukunya telah menginspirasi orang Papua bahwa siapa menyebut Papua, dia menyebut injil, dan siap menyebut injil di tanah Papua, dia harus menyatakan perlawanan terhadap kuasa kegelapan di tanah Papua.

“Hari ini kita pastikan bahwa berita injil itu telah disebar dan telah bertumbuh dan mencapai usia 165 tahun. Waktu yang tidak sedikit. Apakah sikap kita sudah melakukan perlawanan terhadap kuasa kegelapan di tanah Papua?

Ada juga makna dari selebrasi anak-anak tadi yang memberikan pesan kuat. Ada tentang kemanusiaan, ada soal hidup kita, pelayanan kita supaya terhindar dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Menjaga alam dan hutan lingkungan kita, hidup bersahabat dengan hutan dan tidak merusak. Ini pesan kehidupan, berita injil,” tukasnya.

Oleh sebab itu katanya, sikap GKI dan gereja-gereja di tanah Papua jelas agar hidup berdamai diantara sesama, agama dan suku-suku, termasuk alam disekitar kita sebagai bagian dari perlawanan terhadap kuasa kegelapan itu.

Penari dari warga jemaat Manokwari yang mempersembahkan persembahan kepada Tuhan. (ely/MK)

Gubernur Papua Barat, Drs.Dominggus Mandacan mengatakan, Hut PI ke 165 tahun ini menandakan, dari masa kegelapan telah menjadi terang. Dimana penyembahan berhalah dan segaka macam soal menghalangsi perjalanan injil, tetapi injil itu karena kekuatan Allah, sehingga mampu menembus tantangan dan hambatan di tanah ini.

“Tanpa terasa secara turun temurun kita dimampukan Tuhan dan memberi mandat untuk meneruskan kehidupan di tanah Papua yang telah diberkati Allah. Kami atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih Ketua Sinode GKI dan semua dedominasi gereja dan seluruh pelayan di tanah Papua yang sunguh-sunguh menjalankan pelayanan pemberitaan injil bagi umat Allah,” tukas Gubernur Mandacan.

Ia juga mengatakan, dengan pemberitaan injil mengakibatkan pertumbuhan iman yang sangat baik di tanah Papua, terutama warga jemaat mendukung pembangunan pemerintah daerah Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua.

Dia juga mengatakan, kemajemukan di tanah Papua merupakan bukti nyata dari kekuatan injil itu. Oleh sebab itu, injil itu harus dipertahankan sebagai berkat Tuhan yang mulia. Nilai-nilai kekristenan umat juga dipertahankan sebagai iman percaya kepada Tuhan yang telah membuka tabir kegelapan di tanah Papua.

Warga jemaat dari suku Batak yang mempersembahkan persembahan kepada Tuhan. (ely/MK)

“Masa ini juga, orang tua harus ada kepedulian kepada anak-anaknya untuk tidak bergaul pada lem Fox, lem Aibon, Narkoba, minuman keras dan kita harus jau dari HIV dan AIDS, termasuk kekerasan. Mari saya ajak kita semua untuk menjaga generasi kita sebagai penerus pekerjaan kita dan penerus bangsa dan negara kita,’’ pungkasnya.

Perayaan Hut pekabaran injil di tanah Papua yang ke 165 di rayakan di Pulau Mansinan dengan sorotan tema, celakalah aku jika aku tidak memberitakan injil. Acara perayaan Hut PI lima tahunan itu dihadiri perwakilan Menteri Agama RI, staf khusus presiden dan sejumlah mitra GKI dari luar negeri.

Pewarta: Elisa Sekenyap

Seumber: https://suarapapua.com/2020/02/06/156-tahun-injil-di-tanah-papua-kuasa-gelap-harus-dihancurkan/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *