Berita HEADLINE MITRA Mitra GKI DI Tanah Papua Tanah Papua

Pentingnya Informasi HIV/AIDS, GKI dan PKN Gelar Pelatihan di Klasis Sarmi Barat

Sarmi, 31/1 (MK) – Departemen Diakonia Sinode GKI di Tanah Papua bersama Gereja Protestan (Protestantse Kerk atau PKN) Belanda gelar kegiatan peluncuran program ‘STAYS’ (Straight Talk Among Youths in School) dan pelatihan pencegahan penyakit HIV dan AIDS, penyakit menular seksual, kekerasan bebasis gender dan kesehatan reproduksi bagi pelayan firman dan perwakilan pemuda se-Klasis Sarmi Barat di Kantor Klasis Sarmi Barat, dari tanggal 30-31 Januari 2020.

Peluncuran dan pelatihan itu dibuka oleh Sekertaris Departemen Diakonia Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt.Esron Abisai yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sarmi, dr.Yanto Lipo dan Ketua Klasis Sarmi Barat, Pdt.Yeremias Mofu.

Pdt.Esron Abisai dalam sambutan pembukaannya mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan pihaknya merupakan kegiatan yang telah diprogramkan di tingkat sinode. Tetapi juga ia mengakui bahwa Klasis Sarmi Barat menjadi klasis percobaan atau pilot project dalam proyek-proyek kesehatan Sinode GKI yang difokuskan di Klasis Sarmi Barat.

Para pemuda di Klasis Sarmi Barat ketika melakukan registrasi untuk mengikutv pelatihan di aula Klasis Sarmi Barat. (ist)

“Jadi tugas ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita bersama, terutama gereja. Soal-soal ini juga menjadi hal tabu dalam kotbah-kotbah padahal ini hal penting untuk daerah ini. Jadi kegiatan ini penting,” kata Pdt.Abisay.

Ia juga mengakui bahwa kedepan dalam waktu dekat akan dilakukan kegiatan kesehatan lainnya, termasuk kunjungan dari Dewan Gereja Asia atau Christian Conference of Asia (CCA). Oleh sebab itu diharapkan agar para pelayan di Klasis Sarmi Barat untuk mendukung semua program ini.

Sekertaris Departemen Diakonia Sinode GKI di Tanah Papua, Ketua Klasis Sarmi Barat dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sarmi ketika menggalungkan tanda peserta bertanda pelatihan secara resmi dilakukan. (ely)

Ketua Klasis Sarmi Barat, Pdt.Yeremias Mofu juga mengakui, Klasis Sarmi Barat menjadi pilot project, sehingga diharapkan agar semua pelayan di Sarmi Barat memberikan dukungan.

Ia juga minta agar kebiasaan-kebiasan yang kurang peka untuk ditinggalkan dan maju sesuai perkembangan yang ada. Jangan juga ada dalam kevakuman, seperti biasanya.

“Para pelayan yang menerima materi kesehatan hari ini menjadi penting dalam kotbah-kotbah di mimbar. Saya juga minta supaya pelayan Klasis Sarmi Barat mempersiapkan diri dalam kunjungan Dewan Gereja Asia dalam waktu dekat ini,” harap Pdt.Mofu.

Foto bersama Sekertaris Departemen Diakonia Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt.Esron Abisay, Ketua Klasis Sarmi Barat, Pdt.Yeremias Mofu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sarmi, dr.Yanto Limpo dan dr.Raymond, Konsultan dari Departemen Sinode GKI di Tanah Papua di depan Kantor Klasis Sarmi Barat. (ely)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sarmi, dr.Yanto Lipo mengucapkan terima kasih kepada GKI dan PKN yang telah membantu pemerintah menyampaikan informasi kesehatan kepada warga jemaat yang adalah masyarakat Kabupaten Sarmi.

“Angka jumlah pengidap HIV tahun 2018 5 orang, 2019 sebanyak 20 orang, tetapi masih clear kan. Walaupun begitu, HIV itu kayak gunung es. Di atas kecil, di bawa besar, sehingga penyampaian informasi tentang HIV ini penting untuk mawas diri dan penanganan yang lebih cepat karena kemungkinan masih banyak,” kata dr.Lipo.

Pdt.Esron Abisay ketika menyampaikan mater. (Ely)

Dokter Gbombo Bachongo Raymond, Konsultan dari Departemen Diakonia Sinode GKI di Tanah Papua mengakui, dirinya sangat terkesan karena pemuda dan para pelayan se-Klasis Sarmi Barat mengikuti kegiatan ini secara aktif dan mendengar serta mempertanyakan hal-hal yang bisa mereka lakukan.

Hal ini kata dokter Raymon, merupakan suatu kemajuan dalam melihat dan menanggani penyakit HIV dan AIDS di Klasis Sarmi Barat. Dengan seperti ini menurutnya, ada kemajuan dalam hal memahami apa itu HIV dan AIDS, penyakit menular seksual, kekerasan berbasis gender dan kesehatan reproduksi.

Dr.Raymond ketika menyampaikan materi. (ely)

“Dalam hal ini kami berterima kasih kepada GKI dan PKN Belanda yang mendukung terselenggaranya pelatihan ini, tetapi juga KPA Provinsi Papua yang telah mendukung dengan material berupa buku-buku serta poster HIV dan AIDS,” kata dr.Raymond.

Pdt.Demas Cawen, salah satu peserta yang adalah pelayan di Klasis Sarmi Barat mengucap syukur atas kasih Tuhan sehingga Klasis Sarmi Barat dipilih untuk menjadi tempat penyelenggaraan pelatihan ini, yang terutama pengetahuan tentang informasi HIV dan AIDS.

“Nah sekarang tiggal bagaimana strategi apa yang harus kita lakukan dalam melayani, terutama kami yang pelayan ini. Untuk mengimplementasikan apa yang kami dapat, perlu juga hati untuk bagaimana dengan sunguh-sunguh menangani dan melayani.

Peserta pemuda-pemudi se-Klasis Sarmi Barat disaat foto bersama usai menerima materi. (Ely)

Kadang kita pikir pendeta tahu informasi banyak, tetapi sebenarnya di atas lagi banyak informasi yang harus kita ketahui. Pelatihan hari ini bagian dari itu. Seperti halnya, di atas langit ada langit lagi. Jadi pelatihan ini sangat penting sekali,” pungkas Cawen. (ely)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *