Berita HEADLINE MITRA Mitra GKI DI Tanah Papua Tanah Papua UEM

Warga Jemaat di Jerman Jual Noken Untuk P3W Polimo dan Wamena

Jayapura, 27/1 (MK) – Warga Jemaat Protestan di Waldbrol, Jerman gelar kegiatan Bazar yang disebut Mission Bazar (MABA), untuk menjual bahan-bahan bekas, alat-alat tradisional dari Papua dan segala bentuk alat dapur dan bunga-bunga.

Semua ini dilakukan untuk mendukung P3W Tuangken Polimo, di Kurima dan Wamena, Bakal Klasis Balim Selatan.

Kegiatan itu dilakukan setiap 1 November setiap tahun ketika hari libur bank di Jerman. Tahun 2019 dilakukan pada tanggal 1 November 2019 di Waldbrol Jerman.

Semua hasil penjualan yang didapat disumbangkan untuk P3W Tuangken Polimo di Kurima dan Wamena.

Buku-buku yang dijual di MIBA. (Dok.Maic)

Pelaksanaan MIBA

Pada tanggal 1 November 2019, sebanyak 200 sukarelawan bekerja dalam shift yang berbeda dan beberapa kelompok bekerja sepanjang tahun untuk mengumpulkan barang-barang yang hendak di jual di MIBA.

Yang dijual dalam Bazar MIBA adalah buku, bunga, mainan, peralatan elektronik, hasil karya, pakaian bekas.

Ribuan pengunjung membeli sekitar 150 kue, serta pizza Turki, sup, roti, dagin babi yang dimasak, dan banyak lagi untuk dimakan.

Maic Stausberg yang telah mengunjungi Papua Barat sebanyak 3 kali, memberikan banyak informasi tentang Kemitraan, budaya Papua Barat dan menjual barang-barang tradisional yang ia beli langsung dari mitra di Papua, terutama noken Papua, Koteka, gelang dan barang-barang tradisional lainnya.

Bunga dan perhiasan yang dijual di MIBA. (Dok.Maic)

Sejarah Mitra

Pada tahun 1962, kemitraan dimulai dan menjadi semakin kuat di semua tahun. Hingga tahun 2002 hubungan antara Waldbrol dan Polimo didukung oleh wanita Jerman dan Belanda Käthe Glücks, Hanna Kessler dan Trijntje Huistra yang bekerja bertahun-tahun di Polimo dan Wamena.

Setelah tahun 2002, kelompok kemitraan Waldbrol melanjutkan pekerjaan yang sangat sukses bersama dengan P3W di Papua Barat. Saling berkunjung antara Waldbrol dan P3W Papua memperkuat hubungan itu sebagai tambahan.

Pada Agustus 2019, Maic Stausberg mengunjungi Papua Barat bersama putranya Elia dan 4 orang lainnya. Bagi Elia, ini adalah pertama kalinya kunjungi Papua dan sangat senang bisa ada di Papua.

Pengunjung dan pembeli di Bazar MIBA. (Dok.Maic)

Dengan keterlibatan anak-anak muda ke Papua, mengambarkan bahwa jaminan untuk mempertahankan kemitraan telah ada.

Laporan: Maic Stausberg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *