HEADLINE MITRA

Perempuan Asia Gelar Kegiatan Bangkitlah Memulihkan Ciptaan di Taiwan

Jayapura, 16/1 (MK) – Christian Conference of Asia (CAA) atau Conferensi Gereja Asia selenggarakan Asia Ecumenical Womane’s Assembly Asia (AEWA) atau Ekumenis Perempuan Asia di Presbyterian Bible College Hsinchu, Taiwan dari tanggal 21-27 November 2019.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tema, “Bangkitlah, Bersiaplah untuk Mendamaikan, Memperbaharui, dan Memulihkan Ciptaan”. Sementara, peserta yang hadir dari berbagai dedominasi di Asia yang tergabung dalam CCA. GKI mengirimkan dua utusan, pertama Pdt.Silla.N Wakman, Kepala Bidang Persekutuan Wanita (PW) dan Elvira Makuba dari Departemen Kemitraan dan Oikumenis Sinode GKI di Tanah Papua.

Pdt.Dr.Henriette Hutabarat Lebang, mantan Ketua Persekutuan Gereja di Indonesia (PGI) dan mantan General Secretary CCA dalam khotbah pada ibadah pembukaan mengambarkan mengenai salah satu teks Alkitab yang terambil dari, Yesaya 32: 9-20 sebagai ‘panggilan yang berseru untuk bertobat’, yang menyatakan bahwa kompleksitas dan keterkaitan masalah hari ini secara inheren memengaruhi setiap orang – karena polarisasi, persaingan, dan individualisme yang semakin meluas.

Pdt.Lebang juga mengatakan bahwa ‘seluruh ciptaan menderita karena keserakahan beberapa orang yang mengeksploitasi alam  dan kandungannya di luar batasnya’.

“Di dalam AEWA ini, kita dipanggil oleh Nabi Yesaya untuk berhenti sejenak, untuk melihat wajah dunia kita hari ini, terutama penderitaan banyak  orang karena ketidakadilan yang terjadi,” jelasnya.

Pdt.Sila dan Elvira Makuba berfoto bersama Dr.Mathias, General Secretary CCA. (Ist)

Pdt.Dr.Willem TP.Simarmata, Moderator CCA ketika membuka kegiatan tersebut mengatakan  bahwa, “Saya melihat realitas kekristenan global kita, terutama di Asia, bahwa gereja-gereja telah diubah menjadi ‘gereja wanita’. Kekuatan wanita sangat luar biasa dalam menentukan arah kekristenan di masa depan,” kata Pdt.Simarmata.

Pdt.Simarmata juga mengatakan, wanita Asia adalah mitra dalam melaksanakan misi ALLAH dan merupakan katalisator untuk rekonsiliasi pembaharuan dan pemulihan dunia.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama 7 hari tersebut selain menghadirkan perwakilan gereja, turut hadir juga empat utusan dari Islam, Budha dan Hindu, dimana untuk merawat spiritual keutuhan hidup.

Peserta selain mengikuti presentasi tematis, dan diskusi Alkitab, turut mengambil bagian di dalam lokakarya mengenai doa, merekonstruksi kembali tubuh wanita dan lokakarya tentang kesehatan.

Pdt. Silla N.Wakman, dari Sinode GKI di Tanah Papua mengakui, kegiatan AEWA yang diselenggarakan CCA merupakan kegiatan konferensi perempuan pertama CCA yang diatur dengan sangat baik.

“Saya terkesan dalam ibadah-ibadah yang melibatkan pendeta-pendeta perempuan. Saya sendiri mendapatkan kesempatan memimpin pemberkatan di dalam suatu ibadah,” kata Pdt.Wakman.

Peserta ketika mengikuti kegiatan. (Elvira Makuba)

Pengalaman lainnya katanya mengenai presentasi perempuan pribumi Taiwan dan Pakistan yang mengambarkan kehidupannya di sana yang membututhkan dukungan dari gereja-gereja, tetapi juga pengalaman lain mengenai pendeta perempuan di Pakistan yang tidak mendapat tempat yang baik di struktur kepemimpinan gereja.

Termasuk katanya, pedeta perempuan tidak mendapat kesempatan untuk memimpin sebuah jemaat seperti yang ada di gereja-gereja lain di Asia, termasuk di GKI di Tanah Papua. “GKI termasuk gereja yang memiliki pendeta perempuan terbayak ketimbang pendeta laki-laki. Dengan demikian wanita di Asia perlu saling mendoakan dan berbagi,” tukasnya.

Selain kegiatan lokakarya, ibadah dan diskusi-diskusi tentang perempuan Asia, kegiatan AEWA CCA 2019 juga menyelenggarakan malam budaya atau cultural night dengan menampilkan tarian, nyanyian dan paduan suara dari setiap peserta dari setiap agama yang hadir dalam kegiatan AEWA 2019.

 

Penulis: Elvira Makuba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *