Berita HEADLINE MITRA Tanah Papua

Ini, Kisah Clara Okoka Menjadi Volunteer di Irlandia Utara

Clara Kafiar Okoka, pemuda GKI di Tanah Papua yang mengikuti program pertukaran dari Young Anabaptist Mennonite Exchange Network (YAMEN) tahun 2019-2020 di Irlandia Utara.

YAMEN merupakan program bersama antara Mennonite Central Committee (MCC) and Mennonite World Conference – sebuah komunitas iman internasional.

Mennonite Central Committee atau MCC sendiri telah bekerjasama dengan Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua. CLara Okoka merupakan perwakilan dari GKI di Tanah Papua.

Inilah cerita Clara Okoka di Irlandia

Saya Clara Kafiar Okoka. Saya asal dari Sentani, Papua tetapi saya lahir dan tumbuh deawass di Wamena, Papua. Saya dari gereja GKI Tanah Papua, khususnya Jemaat GKI Betlehem Wamena.

Pada tahun 2019-2020, pertama kali saya bergabung dengan program pertukaran YAMEN 2019-2020.

Saat ini saya melayani di Komunitas Corrymeela.

Corrymeela adalah asisten rekonsiliasi dan pusat perdamaian, mempromosikan rekonsiliasi dan pembangunan perdamaian melalui penyembuhan perpecahan sosial, agama dan politik di Irlandia Utara.

Saya sangat senang berada di sini dari perjalanan panjang selama 26 jam dengan pesawat dari Indonesia. Perjalanan dan keterlibatan program ini merupakan pengalaman pertama saya secara pribadi.

Saya bergabung di program ini sebagai sukarelawan jangak panjang (satu tahun) di Corrymeela.

Saya tinggal di Coventry dengan sukarelawan lain. Mereka ada yang sukarelawan jangka panjang dan juga sukarelawan jangka pendek.

Di sini, di Corrymeela Irlandia, saya membantu dalam kelompok perhotelan, sebagai asisten di dapur rumah tangga dan asisten kelompok penyelenggara.

Saya mendarat di Belfast, Irlandia Utara pada 22 Agustus 2019 dan cuaca sangat dingin.

Sebelumnya, saya tidak perna tahu tentang cuaca di sana, sehingga ketika pertama saya tiba menjadi sangat dingin. Saya juga khawatir dengan aksen Irlandia (English nya).

Clara Okoka di Irlandia Utara. (Dok.Clara)

Awalnya saya pikir sulit mengerti, ternyata ketika tidak lama kemudian saya bisa mengerti dan belajar karena semua orang yang tidak memiliki aksen seperti saya.

Mereka akan berbicara perlahan kepada saya dan memastikan saya mengerti apa yang mereka bicarakan.

Setiap orang yang saya temui, mereka benar-benar pengertian, membantu, penuh kebaikan, dan beri dukungan.

Saya kagum dengan bagaimana Corrymeela membuat saya merasakan kedamaian itu.

Jadi saya bisa bilang bahwa ‘setiap hari adalah belajar’.

Keseharian saya, tinggal di Belfast dari hari Jumat hingga Minggu. Saya menggunakan mobil sekitar satu jam dari Belfast ke Corrymeela.

Mobil disana agak berbeda, dimana di sisi kiri di jalan dan pengemudi di sebelah kanan.

Itu sama dengan Indonesia, tetapi perbedaannya adalah orang-orang di jalan mengambil sisi kanan di jalan untuk berjalan.

Hal itu merupakan satu hal berbeda yang saya temukan di sini dan saya masih beradaptasi dengan semuanya.

“Perbedaannya bukan untuk menciptakan musuh, tetapi untuk mempelajari hal-hal baru dan saling mengenal. Jadi selesaikan dirimu dengan orang lain.”

Selama waktu ini, saya menikmati waktu saya di Corrymeela, kehidupan komunitas di Coventry. Ini merupakan awal dari pelayanan saya – juga saya menikmati setiap proses pembelajaran.

Terima kasih!

Clara Okoka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *