HEADLINE

Pemuda GKI 2017 Berharap Kemitraan Terus Dipertahankan

JAYAPURA, 29/9 (MK) — Sepuluh Pemuda Kemitraan GKI dari Klasis Balim Yalimo, Klasis Mamberamo Apawer, Yalimo  Angguruk, Yalimo Elelim mengungjungi Klasis Schwelm Jerman dari tanggal 18 Agustus hingga 8 September 2019.

Kunjungan ini merupakan program dua tahunan yang biasanya dilakukan kunjung mengunjuk, baik dari Klasis Schwelm maupun 4 klasis GKi di Tanah Papua. Tahun 2017 pemuda Klasis Schwelm melakukan kunjungan ke Papua.

Sebelum tanggal 18 Agustus 2019 ke Jerman, 10 pemuda kemitraan GKI telah tiba di Jakarta selama 3 minggu untuk mengurus visa di Kedutaan Jerman.

Kegiatan di Jerman

Sepuluh pemuda kemitraan GKI tiba di Jerman tanggal 19 Agustus 2019 dan disambut oleh pemuda Klasis Schwelm di Schwelm yang juga pemuda kemitraan 2017 yang berkunjung ke Papua.

Pada sore hari, 10 pemuda dan pemuda Klasis Schwelm serta Komisi Oikumene dan Kemitraan Klasis Schwelm membahas jadwal kegiatan yang akan berlangsung dari tanggal 20 Agustus hingga 8 September 2019.

Pada tanggal 20 September 2019, pemuda melakukan pertemuan dengan BPK Klasis Schwelm Jerman di Kantor Klasis Schwelm. Tanggal 21, pihaknya bertemua Pdt.Dr.Siegfried Zollner bahas lingkungan hidup dan tanggal 22 berdiskusi soal beasiswa Klasis Schwelm yang biasa dikirim ke Papua.

Di hari hari berikutnya, pemuda mengunjungi Rheinland, tempat pertambangan. Berikutnya, pemuda dititipkan disejumlah keluarga. Pemuda juga melakukan ibadah bersama dengan pemuda Ehrenberg dan juga pertemuan dengan Amnesty Internasional.

Pemuda kemitraan di Jerman. (dok.Pemuda)

Termasuk pemuda berkunjung ke Berlin ke tempat Holocaust dan Amsterdam di Belanda.

Akhir dari semua kunjungan dan perjalanan pemuda di Jerman, pada tanggal 7 September 2019 pemuda bersama pengurus kemitraan Klasis Schwelm gelar evaluasi.

Nama-Nama Pemuda Kemitraan

Klasis Balim Yalimo

Wahyoni Esia Meage

Rosmina Wetipo

Klasis Mamberamo Apawer

Deska Ramandey

Engel V. Rumaikewi

Klasis Yalimo Angguruk

Ekyen R. Kenangalem

Marcho Pahabol

Klasis Yalimo Elelim

Eliakim Hisage

Ananias Sae

Koordinator

Bicky Imbiri dari Klasis Mamberamo Apawer

Wenny Fikanon dari Klasis Yalimo Elelim

Kesan Pesan Pemuda

Nikson Imbiri mengatakan, saya sangat terkesan dengan kegiatan ini, karena kali ini menjadi pengalaman pertama saya memimpin delegasi ke Eropa. Banyak tantangan, tetapi semua itu bisa saya hadapi sebagai bagian dari pembelajaran.

Hubungan ini butuh perhatian khususnya dari kita bersama, pemuda, alumni  maupun para pimpinan klasis mitra. Kita harus kembali benahi kemitraan ini untuk masa depan kita.

Ananias Sae mengatakan, terkesan karena bisa berkunjung ke sejumlah tempat di Jerman. Saya berterima kasih kepada kawan-kawan dari Klasis Schwelm Jerman yang selama di Jerman menemani kami.

Engel V. Rumaikewi mengucapkan terima kasih kepada Tuhan karena bisa terlibat ke negeri Eropa, di mana pertama kali bisa belajar bagaimana kehidupan orang Eropa, mulai dari disiplin waktu makan, minum, berpakaian, beribadah dan banyak hal yang saya rasa khusus di Papua.

Pesan saya adalah kemitraan ini harus tetap berjalan dan terjaga untuk generasi yang akan datang.

Wenny Fikanon mengakui kegiatan selama 3 minggu di Jerman berjalan baik atas kasih Tuhan Yesus. Saya juga berpesan kepada pimpinan GKI di Tanah Papua agar menjaga kemitraan ini dengan baik, supaya program yang ada bisa terus berjalan.

Ekyen R. Kenangalem berpesan agar kemitraan ini jangan hanya terbatas di pertukaran saja, tetapi bisa terjadi berkelanjutan.

Pemuda kemitraan Papua. (Dok.Pemuda)

Wahyoni E. Meage mengakui kemitraan ini memberi banyak teman dan pengalaman. Berharap supaya relasi dengan teman-teman pemuda Jerman terus terjaga dengan melakukan komunikasi di email, maupun media social yang ada.

Deska Ramandey berterima kasih kepada Klasis Mamberamo Apawer yang telah mengutus saya terlibat ke Jerman. Semoga kemitraan ini bisa memberi pelajaran kepada rekan-rekan pemuda lain di Klasis Mamberamo Apawer.

Rosmina Wetipo terkesan derngan orang Jerman yang kerja keras untuk kehidupan yang layak. Jadi belajar dari pengalaman orang Jerman ini untuk saya bisa lakukan di Papua.

Eliakim Hisage menyampaikan terima kasih kepada Sinode GKI di Tanah Papua yang telah membangun hubungan kerjasama dengan UEM dan Klasis Schwelm Jerman.  Pesan saya adalah kemitraan dalam satu tali komando berhubungan antara Jerman – Papua berjalan baik. Terima Kasih.

Marcho E. Pahabol mengakui saya bisa belajar dari budaya berbeda antara kami dan Jerman. Termasuk pengolahan sampah yang teratur. Pesan saya adalah kemitraan ini harus berjalan baik agar kunjungan ini tetap ada untuk generasi yang berikut. Eratkan kerja sama yang baik antara Schwelm dan Papua. (eli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *