HEADLINE

Enam Delegasi Jemaat Waldbroel Kunjungi P3W Tuangken Polimo

Jayapura, 6/9 (MK) – Pada bulan Agustus 2019 lalu, sebanyak enam warga Jemaat Waldbroel Jerman dari salah satu gereja di Jerman mengunjungi GKI di Tanah Papua, khususnya dengan mitranya P3W Tuangken Polimo, di Kurima.

Kemitraan ini sendiri telah berlangsung sejak tahun 1960 an ketika suster Hanna dan Martha bertugas di Pos Penginjilan Pos PI) Polimo di Kurima, Wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua. Selanjutnya, mitra ini berlanjut ketika susterTrijnje Huistra bertugas di Polimo hingga ia menghembuskan napasnya terakhirnya pada 2018.

Kunjungi SD Inpres Kurima. (elisa/MK)

Kemitraan sendiri dilakukan dengan program kunjung mengunjung, tetapi juga Jemaat Waldboel menjadi jemaat donor bagi P3W Tuangken Polimo.

Dimana Jemaat Waldbroel menggelar bazaar dan kegiatan sumbangan lainnya untuk mendukung P3W Tuangken Polimo dalam menjalankan aktivitasnya.

Kunjungan Delegasi Jemaat Waldbroel ke Tuangken Polimo

Kunjungan delegasi Jemaat Waldbroel dilakukan dari tanggal 4 hingga 24 Agustus 2019, mulai dari Jayapura, Wamena, Kurima, Ibiroma dan Raja Ampat.

Kunjungi air terjun Soageima di Kurima. (Elisa/MK)

Mereka diantaranya adalah Maic Stausberg, Elia Jeroen Stausberg, Kerstin Hupperich, Werner Hupperich, Jonas Hupperich, Michelle Hupperich.

Dalam kunjunganya, mereka bertemua warga jemaat Ora Et Labora Wutalo di Kurima, SD Inpres Kurima, SD YPK Polimo, SMP Negeri 1 Kurima, dan SMA Negeri 1 Kurima, Yahukimo.

Selain itu, delegasi juga bertemu Bapak Willem Matuan asal Kurima, seseorang yang tekun bekerja bersama Suster Hanna dan Martha tahun 1960 an hingga Suster Trijnje Huistra di kediamannya, di Wusilimo, Kurima.

Perjalanan mengunjungi Ibiroma, Kurima. (Elisa/MK)

Dalam pertemuan itu, bapak Willem Matuan menunjukan semua aktivitas yang dilakukannya, mulai dari penggilingan kopi, berkebun menanam buah-buahan, hingga ternak. Termasuk ia menyampaikan terima kasih kepada mitra Waldbroel yang senantiasa mendukung P3W Tuangken Polimo, tetapi juga dukungan mitranya yang mendukung anak-anaknya menyelesaikan studi.

Berkunjung ke bapak Willem Matuan. (Elisa/MK)

Mereka juga bertemu dengan ibu-ibu Persekutuan Wanita GKI Bakal Klasis Balim Selatan dari Rayon Kurima, Ibiroma, Mugwi dan Yogoshem di P3W Tuangken Polimo ketika ibadah rutin yang dilakukan ibu-ibu pada hari Rabu.

Persediaan makanan dan buah dari halaman bapak Willem Matuan. (Elisa/MK)

Selain itu mengunjungi sejumlah obyek wisata di Kurima, seperti air terjun Hisoagima, gunung terjal Ibiroma dan Tangma.

Tetapi juga dalam aktivitasnya, mereka terlibat membantu penghuni P3W Tuangken Polimo dengan membuat kebun,  memetik buah kopi, dan gelar bakar batu bersama sebagai bentuk kebersamaan dalam Tuhan.

Kerja bakti di halaman P3W Tuangken Polimo. (elisa/MK)

Ketika melakukan kunjungan ke setiap kampung dan jemaat, mereka terkesima dengan pemandangan elok yang terlihat disetiap daerah. Mulai dari gunung-gunung yang terjal, alam yang natural, tetapi juga cara bercocok tanam yang natural ala moderen.

Adapula alam dan udara yang segar tanpa polusi, dan orang-orangnya yang sangat sederhana.

Dalam akhir kunjungannya sebelum kembali ke Jerman, mereka mengunjungi danau Sentani, dan juga Raja Ampat.

Mereka berharap agar hubungan mitra ini terus terjaga dan meningkat dengan melakukan kunjungan-kunjungan sebagai satu persaudaraan dalam Tuhan. (ely)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *