Pendidikan Tanah Papua

Pembinaan dan Pendidikan Menjadi Prioritas GKI

Jayapura, 19/11 (MK) – Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt.Andrikus Mofu mengatakan, BP Am periode ini memberi skala prioritas tahunan untuk program dan kegiatan pembinaan jemaat dan Pendidikan. Untuk tahun 2018 lebih pada pembinaan jemaat dan tahun 2019 prioritasnya pendidikan dan pembinaan jemaat.

Hal itu disampaikan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua di Kantor Sinode Argapura Jayapura, Jumat (16/11/2018).

Katanya, pendidikan dan pembinaan jemaat menjadi prioritas Sinode yang menjadi perhatian kelembagaan.

“Pendidikan dan pembinaan jemaat menjadi skala prioritas kita karena betul kita mau perhatikan pendidikan yang kita laksanakan secara kelembagaan dan organisasi ini harus terlaksana serta berjalan dengan baik. GKI tidak hanya melaksanakan pendidikan formal, tetapi juga pendidikan non-formal, baik TK, SD, SMP, SMK/SMA bahkan perguruan tinggi melalui lembaga pendidikan STFT I.S Kijne dan Universitas Ottow Geissler, termasuk SPGJ.”

Dengan demikian katanya, pada akhir November atau awal Desember 2018, pihaknya akan melaksanakan pra- lokakarya. Pra-lokakarya dilaksanakan untuk mempersiapkan lokakarya pendidikan pada 8 Oktober 2019.

Menurutnya, hal ini direncanakan secara baik untuk kemajuan pendidikan GKI di Tanah Papua. Demikian juga terhadap lembaga perguruan tinggi GKI yang berkaitan dengan regulasi-regulasi yang dikeluarkan Dikti.

Sementara pendidikan non-formal katanya, yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Pendidikan karakter ini harus dimulai dari rumah, yaitu keluarga orang tua dalam kaitannya dengan pendidikan kepada anak anak.

“Pendidikan karakter dalam keluarga tidak terlaksana dengan baik, itulah sebabnya kita memberikan perhatian di bidang pendidikan non-formal. Saya berharap ini semua menjadi tanggungjawab kita bersama, karena semua akan bermuara pada pembinaan umat atau warga gereja – harus diperhatikan dan dilaksanakan. Itulah sebabnya saya minta perhatian kita semua untuk memperhatikan secara baik soal pedidikan dan pembinaan jemaat.” (ely)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *