HEADLINE

Mahasiswa UKIT Tomohon Temu Ketua Sinode GKI-TP

Jayapura, 19/7 (MK) – Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt.Andrikus Mofu menerima empat belas mahasiswa Universitas Kristen Indonesi Tomohon (UKIT) yang sedang melakukan Praktek Kuliah Lapangan (PKL) di Klasis GKI Port Numbay, di ruang rapat Kantor Sinode GKI di Tanah Papua, Argapura Jayapura, Kamis (19/7/018).

Selain di Klasis GKI Port Numbay, sejumlah mahasiswa juga melakukan kegiatan PKL serupa di Klasis GKI Sentani, Biak dan Manokwari sejak tanggal 18 Juni hingga 26 Juli 2018 nanti.

Pdt.Mofu dalam pertemuan itu mengapresiasi mahasiswa UKIT yang datang melakukan PKL di GKI di Tanah Papua, khususnya di Klasis GKI Port Numbay, Klasis GKI Sentani, Klasis GKI Biak dan Klasis GKI Manokwari.

“Ini bagian dari kerjasama kita, antara gereja dan univeritas UKIT, terutama UKIT kirim mahasiswanya kesini dan pendeta GKI juga sering kirim untuk pendidikan lanjutan ke UKIT,” kata Pdt.Mofu.

Selain itu, Pdt.Mofu berterima kasih kepada Klasis GKI Port Numbay yang telah menerima mahasiswa untuk melakukan kegiatan PKL di jemaat-jemaat, tetapi juga kepada Klasis Sentani, Biak dan Manokwari.

“Waktu singkat, tetapi berharap apa yang dilihat dan menjadi tujuan bisa dapat terlaksana dan bermanfaat. Kedepan dalam penulisan skripsi bisa datang ke sini,” pesannya.

Selain itu, pendeta Mofu menjelaskan mengenai keanggotaan GKI di Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), dimana GKI-TP berada di posisi ke 26. Dengan demikian, maka GKI-TP memahami asas saling menghargai dan mengakui keberadaan gereja seasas di seluruh Indonesia.

Ia menambahkan, GKI-TP hanya fokus melayani warga jemaat di sebelas wilayah GKI Tanah Papua, mulai dari pelayanan rohani tetapi juga pelayanan sosial dan lainnya.

Di bawah 11 wilayah, GKI memiliki 55 klasis dan 15 bakal klasis, termasuk ada sejumlah bakal klasis yang belum terdata.

Enjelina Jeisy Kindangen, salah satu mahasiswa UKIT usai pertemuan kepada kemitraangki.com, mengakui kuatir ketika ke Jayapura namun semuanya berjalan baik.

“Pada saat datang ke Jayapura tentu saya ada rasa kuatir tetapi setelah berinteraksi dengan warga jemaat, saya rasa nyaman dan warga jemaat sangat baik dan ramah. Sering mereka membantu saya dalam nyayian Mazmur dan Rohani, karena kami di GMIM tidak menggunakannya, sehingga apa yang saya tidak tahu bisa belajar dari situ,” tutur Enjelina yang melakukan prakter penelitian di Gereja GKI Imanuel Hamadi.

Enjelina juga mengakui senang karena bisa turut ambil bagian melakukan pelayanan di Papua, khususnya di Jayapura.

Sebelumnya pada, Senin (16/7/2018), tujuh belas mahasiswa UKIT yang melakukan Praktek Kuliah Lapangan di Klasis GKI Sentani melakukan pertemuan dengan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua. (ely)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *