MITRA Mitra GKI DI Tanah Papua

Sekjen UEM Kunjungi GKI-TP Bicarakan Pendidikan dan Kerajinan Tangan

Jayapura, 20/12 (MK) – Sekretaris Jenderal United Evangelical Mission (UEM), pendeta Volker Dally mengunjungi Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua. Kunjungan itu berlangsung selama lima hari, dari tanggal 17-21 Desember 2017.

Dalam kunjungan itu, Pdt.Voker mengunjungi Sekolah Tinggi Filsafat Teologia I.S.Kijne Abepura, P3W GKI, Klasis Balim Yalimo dan salah satu jemaat di pinggiran Danau Sentani Jayapura.

Selain itu, ia berdiskusi dengan BP Am Sinode GKI di Tanah Papua di Kantor Sinode GKI Argapura Jayapura pada, Senin (18/12/2017). Dalam diskusi itu, pihaknya membicarakan program pendidikan, kesehatan, ekonomi jemaat, pensiun pegawai gereja dan sejumlah hal lainnya.

Dalam pertemuan itu, Pdt.Andrikus Mofu, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua menjelaskan mengenai pembangunan Kilinik HIV Aids di Papua Barat, seperti yang ada di Yoka Jayapura. tetapi juga ia menjelaskan mengenai Rumah Sakit GKI Efata Angguruk yang selama ini banyak membantu warga masyarakat pegunungan.

“Jadi kami saat ini ada upayakan dokter, karena ada banyak penyakit di Papua yang semakin hari meningkat. Kita bisa bilang uang pemerintah itu banyak, tetapi kondisi kesehatan semakin hari semakin sulit,” jelas Ketua Sinode.

Katanya, hal ini juga yang mendorong GKI untuk menyiapkan fakultas kedokteran guna menunjang rumah sakit maupun klinik.

Selain itu, Ketua Sinode mempertanyakan status co-worker UEM yang sedang bekerja di GKI Tanah Papua, tetapi juga co-worker baru yang dibutuhkan GKI untuk menghandle kursus alkitab di Apahapsili serta tenaga dokter.

Rev.Volker ketika menyerahkan buku kepada Pdt.Sientje Latuputty, Ketua STFT GKI (Elisa/MK)

Pdt.Volker Dally usai mendengar penjelasan BP Am Sinode, ia menanggapi sejumlah pertanyaan mengenai co-worker dan sistem pensiun GKI di Tanah Papua.

Menurutnya, co-worker UEM yang bekerja di GKI harus mengikuti aturan GKI, karena secara tidak langsung mereka bekerja di bawah GKI yang adalah anggota UEM. Sementara sistem pensiun, ia menyarankan supaya GKI harus bekerja sama dengan lembaga pemerinta atau lembaga swasta yang mengurus asuransi, supaya pengelolaanya berjalan baik.

“Dengan demikian UEM bisa ada perhatian untuk menfasilitasi. Seperti salah satu gereja di Jawa sistem pensiunya bagus, jadi UEM ada perhatikan mereka,” kata Pdt.Volker.

Selain itu, ia menyarankan kepada pimpinan GKI untuk mengajukan proposal belajar bahasa inggris. “Jadi intinya, jika ingin ada bantuan dari UEM, GKI harus buat proposal yang diajarkan pak.Petrus supaya ada bantuan,” tukasnya.

Usai pertemuan dengan BP Am Sinode GKI, Pdt.Volker mengunjungi STFT I.S Kijne Abepura. Dalam pertemuan dengan pimpinan dan dosen STFT, Pdt.Volker menyampaikan bahwa pihaknya sedang menyeleksi satu dari tiga orang untuk dikirim ke STFT sebagai dosen.

Selain itu, ia mengatakan jika ada permintaan dosen STFT, pihak STFT yang harus mengajukan ke UEM sehingga sesuai kebutuhan UEM bisa pertimbangkan. Selain itu juga bagi tenaga peneliti yang dibutuhkan STFT, tetapi bagian ini belum ada fokus dari UEM.

Ketika ditanya mengenai exchange program bagi mahasiswa, kata Pdt.Volker, jika ada mahasiswa STFT yang dikirim ke luar, maka STFT juga bersedia menerima mahasiswa dari luar. “Tentunya dosen STFT harus bisa mengajar dengan bahasa inggris, supaya mahasiswa yang hendak datang bisa diajar, sehingga bagian ini termasuk menjadi fokus,” tuturnya.

Pdt.Sientje Latuputty, Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Teologia I.S Kijne berterima kasih kepada UEM yang selama ini telah banyak membantu STFT GKI I.S Kijne. Teristimewa Pdt.Volker yang bisa mengunjungi STFT pada tahun 2017 ini.

“Terima kasih, UEM telah membantu beberapa dosen kami untuk biaya study. Kami juga harap terus membantu kami dalam program-program lain, seperti pembenahan perpustakaan kampuns, tetapi juka kami harap pada tahun depan UEM bisa bantu ibu Maria Konboy yang kuliah master di Duta Wacana Djokja,” tutur Pdt.Latuputty.

Selain itu, Pdt.Volker mengunjungi P3W Padangbulan. Di P3W, Pdt.Volker berdiskusi seputar kerja-kerja P3W Pusat di Padangbulan, P3W Polimo, P3W Wamena dan Teminabuan. Terutama mengenai program buta aksana, kerajinan tangan ibu-ibu dan pertanian.

Rev.Volker dan pimpinan P3W Padangbulan (Elisa/MK)

Ibu Hermin Rumbrar, Direktur P3W Padangbulang berharap UEM bisa beri perhatian bagi P3W Wamena yang membutuhkan sejumlah unit komputer dan akses internet yang mana mempermuda akses bagi siswa.

Usai pertemuan dengan pimpinan P3W Padangbulan, Pdt.Volker kembali ke penginapan. Pada tanggal 19, Pdt.Volker mengunjungi Klasis Balim Yalimo di Wamena. Disana Pdt.Volker bertemu dengan BPK Balim Yalimo dan mengunjungi P3W Wamena.

Setelah kembali ke Jayapura pada tanggal 20 Desember 2017, Pdt.Volker bersama rombongan mengunjungi warga jemaat di Elim Ayapo. Disana disambut oleh warga jemaat dengan tarian adat Sentani.

Pada malam hari, Pdt.Volker dijamu makan malam perpisahan oleh Ketua Sinode GKI di Tanah Papua di kediamanya. Tanggal 21 Desember 2017, Pdt.Volker kembali ke Jakarta dan lanjut ke Jerman. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *