BALIM YALIMO HOME KLASIS MITRA

Bakal Klasis Balim Selatan di Kurima Berkantor di Polimo

Jayapura, 3/1 (MK) – Bakal Klasis Balim Selatan di Kurima akhirnya memiliki Badan Pekerja Klasis (BPK) untuk periode 2017-2022, dan resmi berkantor di Polimo, Kurima.

Hal itu disampaikan Ketua Bakal Klasis Balim Selatan, Pdt,Moses Wetipo kepada majalah kemitraan awal Januari 2018.

Pendeta Moses mengatakan, untuk saat ini pihaknya sedang berkantor di salah satu rumah VEM di Polimo dan kedepan pihaknya akan mengusahakan untuk membangun sebuah kantor yang permanen.

“Kami sudah mendapatkan SK Sinode GKI dan kami sudah mulai melaksanakan tugas sebagai Badan Pekerja Bakal Klasis. Untuk kantor semantara, kami pake (gunakan) satu rumah VEM di Polimo dan kami sedang usahakan bangun kantor dalam waktu dekat ini,” kata Pdt.Moses melalui sambungan telepon dari Wamena.

Ia berharap dukungan dari warga jemaat di Kurima dan juga para tua-tua, senior-senior yang ada di luar Kurima untuk pembangunan kantor klasis itu.

Pertama dalam kepemimpinannya kata Pdt.Moses, dirinya akan mengupayakan status kepegawaian dari para penginjil yang berstatus SK Klasis untuk menjadi pegawai organik GKI di Tanah Papua.

“Ya kami sadari bahwa klasis kami baru dan belum ada kemasukan untuk mendukung pikiran ini, tetapi saya akan upayakan karena banyak penginjil yang sudah tua mengapdi hingga mendekati pensiun belum menjadi pegawai organik. Ini yang akan saya perjuangkan,” kata Pdt.Moses.

Pembentukan Klasis

Pertama, Bakal Klasis Balim Selatan diwacanakan untuk dimekarkan pada Sidang Klasis Balim Yalimo tahun 2012, tetapi wacana itu dianulir karena dianggap belum maksimal untuk mendirikan sebuah klasis.

Penginjil dan pendeta di Klasis Balim Selatan (Foto:Elisa/MK)

Berjalannya waktu, dalam setiap rapat dan sidang-sidang Klasis Balim Yalimo, wacana pemekaran ini terus dimunculkan hingga tahun 2017. Termasuk direncanakan untuk diajukan pada Sidang Sinode GKI ke XVII di Waisai Raja Ampat Papua Barat, namun tidak terlaksana karena berbagai persoalan.

Akhirnya, wacana ini kembali mengemuka ketika delegasi Klasis Balim Yalimo kembali setelah tidak dilibatkan dalam Sidang Sinode XVII di Waisai.

Pada 25 Agustus 2017, BP Am Sinode GKI di Tanah Papua periode 2017-2022 gelar pemulihan lima pelayan dari Klasis Balim Yalimo di gedung Gereja GKI Betlehem Wamena yang di berhentikan oleh BP Am periode 2012-2017. Usai pemulihan di Wamena, BP Am diundang langsung ke Kurima yang dimediasi oleh tua-tua Kurima guna melaksanakan pengucapan syukur dan penerimaan BP Am dengan prosesi adat.

Dalam moment inilah, warga jemaat di Kurima menyerahkan aspirasi pemekaran klasis kepada BP Am Sinode GKI di Tanah Papua. Akhirnya, aspirasi itu dilanjutkan dan dibahas di Sidang Klasis Balim Yalimo yang berlangsung tanggal 5-7 Oktober 2017.

Setelah itu, aspirasi itu dilanjutkan dalam pembahasan Rapat Kerja Pertama BP AM Sinode GKI di Sorong pada Oktober 2017.

Kemudian, BPK Balim Yalimo menfasilitasi pemilihan BP Bakal Klasis Balim Selatan di Kurima pada akhir November 2017 dan setelah terpilih, BP Bakal Klasis Balim Yalimo dilantik di Wamena awal Desember 2017.

Sebelunya, Klasis Balim Yalimo telah memekarkan dua klasis, yaitu Klasis Yalimo yang berganti nama Klasis Yalimo Angguruk dan Bakal Klasis Yalimo Utara yang berganti nama menjadi Klasis Yalimo Elelim.

Sehingga, Klasis GKI di Pegunungan tengah menjadi empat klasis, termasuk Klasis Balim Yalimo (induk) dan Bakal Klasis Balim Selatan di Kurima.

Berikut BP Bakal Klasis Balim Selatan

Ketua : Pdt.Moses Wetipo, S.Si, Sekretaris : Pdt.Daut Batimuata, S.Si, Bendahara : Pnt.Kores Rumbarar, Dilengkapi 4 anggota BPK Rayon Kurima, Ibiroma, Mugi dan Yogosem, Ketua BPPG : Hans Wolter Heselo, Sekretaris BPPG : Aris Weak Wetipo

Kemitraan dengan Schwelm Jerman

Seperti yang diungkapkan mantan Ketua Klasis Balim Yalimo, Pdt.Judas Meage bahwa BPK baru tidak memiliki hak untuk memutuskan atau meniadakan hubungan kemitraan yang telah dibangun oleh Tuhan melalui orang Eropa dari Jerman.

“Untuk kedepan ketika klasis Kurima (Balim Selatan) dimekarkan (telah dimekarkan), maka klasis GKI di Papua yang bermitra dengan klasis Schwelm Jerman menjadi 5, karena wilayah Kurima memang masuk dalam wilayah Klasis Balim Yalimo yang sedang bermitra dengan Klasis Schwelm. Dan saya tahu bahwa mereka (Klasis Schwelm) Jerman pasti tahu dan mengerti bahwa daerah ini dimekarkan dari klasis mitra sehingga tetap masuk dalam mitra kita,” tutur Pdt.Judas Meage. (ely)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *